Oleh: Agustin Sastrawan Harahap MPd
Pelaksanaan Musyawarah Wilayah (MUSWIL) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara belakangan ini menuai berbagai tanggapan dari kalangan alumni Himpunan Mahasiswa Islam, khususnya dari kelompok alumni HMI kultural.
Agenda yang seharusnya menjadi momentum konsolidasi besar dan penguatan peran strategis organisasi alumni, justru dinilai berjalan datar dan minim gaung pengaruh di tengah masyarakat maupun dinamika sosial-politik Sumatera Utara.
Sebagian alumni menilai bahwa MUSWIL kali ini belum mampu menghadirkan gagasan besar yang benar-benar menyentuh kebutuhan umat dan daerah. Forum yang idealnya menjadi ruang lahirnya pemikiran strategis serta kepemimpinan visioner, justru terkesan lebih banyak berkutat pada dinamika internal dan pertarungan kepentingan kelompok tertentu. Akibatnya, nilai-nilai perjuangan intelektual dan independensi yang selama ini menjadi ruh
kader HMI dianggap semakin memudar.
Sebagai organisasi alumni yang memiliki jaringan luas dan sumber daya intelektual yang besar, Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam seharusnya mampu tampil sebagai kekuatan moral dan mitra kritis pemerintah daerah dalam membangun Sumatera Utara.
Namun realitas di lapangan menunjukkan bahwa pengaruh organisasi ini dinilai belum maksimal, baik dalam aspek kebijakan publik, pendidikan, ekonomi kerakyatan, maupun pemberdayaan generasi muda.
Kalangan alumni HMI kultural juga menyoroti pentingnya mengembalikan marwah organisasi sebagai rumah besar perjuangan intelektual, bukan sekadar arena perebutan posisi dan kepentingan pragmatis.
MUSWIL seharusnya menjadi momentum rekonsolidasi nilai, memperkuat tradisi intelektual, serta membangun solidaritas antaralumni tanpa sekat kepentingan politik jangka pendek.
Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, mulai dari persoalan ekonomi, pengangguran, degradasi moral generasi muda, hingga polarisasi sosial-politik, peran alumni Himpunan Mahasiswa Islam sangat dibutuhkan. KAHMI harus mampu melahirkan gagasan progresif, menjaga independensi moral, serta menjadi teladan dalam membangun peradaban bangsa yang berkeadilan dan berkeilmuan.
Kritik yang muncul terhadap MUSWIL KAHMI Sumut sejatinya bukan untuk melemahkan organisasi, melainkan sebagai bentuk kecintaan terhadap sejarah panjang perjuangan HMI dan KAHMI.
Dengan evaluasi yang jujur dan keberanian melakukan pembenahan, diharapkan KAHMI Sumatera Utara dapat kembali menjadi organisasi alumni yang berpengaruh, bermartabat, dan benar-benar hadir untuk umat serta bangsa.
Refleksi Muswil KAHMI Sumut dalam rangka evaluasi, proyeksi dan regenerasi alumni-alumni HMI di Sumatera Utara.
Saya mengucapkan selamat melaksanakan Muswil KAHMI Sumut 2026 di Prapat - Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Semoga para Presedium KAHMI Sumut ke depan yang terpilih nantinya akan mampu mewujudkan cita-cita HMI sebagai kawah candradimuka dan berkontribusi untuk kemajuan umat dan bangsa khususnya di wilayah Sumatera Utara.(***)
Deli Serdang, 09 MEI 2026
Penulis adalah mantan Pengurus PB HMI 2010–2012 dan Dosen Universitas Negeri Medan





0 Komentar